Banyuwangi,www.mediacahayanews.id
SMP Negeri 4 Genteng kembali menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah [MPLS] bagi peserta didik baru. Kegiatan yang berlangsung penuh semangat ini dihadiri oleh unsur pimpinan sekolah, pihak Puskesmas Genteng Wetan, dan seluruh jajaran dewan guru, serta tim Humas sekolah. pada Rabo 15 juli 2026
Kegiatan diawali dengan penyampaian arahan dari pihak sekolah, di mana Kepala SMP Negeri 4 Genteng diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana, Drs, Joko Mulyono, M.PdDrs. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pembentukan karakter melalui program Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat", sekaligus menegaskan tata tertib lingkungan sekolah, literasi digital, serta kewajiban beribadah shalat.
"Drs, Joko Mulyono Menyam paikan tentang Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
"Gerakan 7 Kebiasaan ini bukan sekadar aturan, melainkan fondasi untuk membentuk pribadi yang disiplin, mandiri, dan peduli sesama. Melalui kebiasaan baik ini, kita harap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga unggul dalam akhlak."ungkap Drs Joko
Lebih lanjut disampaikan tentang tata tertib sekola, dan Literasi Digital;
"Tata Tertib Sekolah bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, tertib, dan nyaman, sehingga proses pendidikan dapat berjalan efektif serta menumbuhkan rasa tanggung jawab siswa. Literasi Digital, Drs, Joko mulyono
Memberikan pemahaman agar siswa bijak dalam memanfaatkan teknologi, mampu memilah informasi yang benar dan bermanfaat, serta terhindar dari penyalahgunaan media sosial yang merugikan.
Di akhir sambutannya Drs Joko Mulyono mengajak semua siswa untuk tekun menjalani ibadah Shalat:
"Ibadah shalat adalah sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjadi penyeimbang dalam kehidupan sehari-hari agar senantiasa berada di jalan yang benar."pungkasnya
Selanjutnya, tim dari Puskesmas Genteng [ Beti Guustaviana ]
memberikan pemaparan yang sangat krusial mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya budaya tata krama dalam pergaulan.
Beti Gustaviana menjelaskan bahwa bahaya narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik dan mental, namun juga mematikan masa depan serta merenggut cita-cita siswa. Tujuan penyampaian ini adalah agar siswa memiliki kesadaran tinggi dan keberanian untuk menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan zat terlarang."ungkap Beti
Sementara itu juga disampaikan tentang budaya tata Krama
"untuk memperkuat jati diri bangsa, melatih sopan santun kepada guru, orang tua, dan sesama teman, sehingga tercipta suasana pergaulan yang harmonis dan saling menghormati."pungkasnya
Sebagai penutup sesi arahan, pesan dan harapan disampaikan oleh Humas SMP Negeri 4 Genteng, [ M ohammad Soim, S.Pd ]. Beliau mengajak seluruh calon siswa baru untuk benar-benar meresapi dan meneladani segala ilmu serta pesan yang telah disampaikan oleh para pemateri
"Sayaa berharap kalian semua
menjadikan materi hari ini sebagai bekal berharga. Terapkan tata krama dan sopan santun di mana pun kalian berada, serta teruslah tingkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan utama kehidupan."
Mohammad Soim juga menegaskan ketaatan terhadap aturan sekolah dan perlunya perlindungan diri dari bahaya lingkungan nuruk
"Patuhilah seluruh tata tertib sekolah yang telah ditetapkan, karena aturan dibuat demi kebaikan dan keselamatan kalian bersama. Sekali lagi saya ingatkan: jauhi pengaruh buruk narkoba sejauh mungkin. Jangan pernah melakukan hal-hal yang terlihat sepele namun justru merugikan diri sendiri, menyusahkan orang tua, dan mencoreng nama baik sekolah. Jadilah pelajar yang cerdas, berakhlak mulia, dan membawa kebanggaan bagi semua pihak. "pungkas M. Soim
Kegiatan MPLS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang baik bagi siswa baru untuk beradaptasi, mengenal lingkungan sekolah, serta membangun semangat belajar yang positif demi meraih masa depan yang gemilang.
Redaksi mediacahayanews.id
Editor Buwang Arifin